Pembentukan Negara Yahudi: Dari Washington Ke Mesir?
Para pemimpin Otoritas Palestina dan Israel telah setuju untuk melakukan serangkaian pembicaraan langsung menyusul pembicaraan antara Mahmoud Abbas dan Benjamin Netanyahu di Washington.
Mereka terus mencari bentuk kerangka kerja sama kesepakatan damai yang didukung AS untuk mengakhiri konflik yang telah memanas selama enam dasawarsa.
Para diplomat itu mengatakan bahwa pertemuan selanjutnya akan berlangsung di Mesir.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah sepakat untuk bertemu lagi pada 14-15 September dan mengadakan pembicaraan setiap dua minggu sekali, begitu menurut utusan perdamaian AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, pada hari Kamis (2/9).
"Kami yakin bahwa jika Anda bergerak maju dengan itikad baik dan tidak bimbang dalam komitmen Anda atas nama rakyat Anda, kita dapat menyelesaikan semua masalah inti dalam satu tahun ini," kata Hillary Clinton kepada Abbas dan Netanyahu ketika pembicaraan dimulai.
"Anda memiliki kesempatan untuk mengakhiri konflik dan permusuhan antara rakyat Anda sekali ini dan untuk selamanya."
Kedua pemimpin Israel dan Otoritas Palestina itu berjabat tangan setelah memulai pembicaraan formal di ruang tamu Departemen Luar Negeri AS, menandai dimulainya kembali dialog langsung yang berhenti pada tahun 2008.
Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton memang menjadi pembawa acara dalam acara itu. (sa/worldbulletin)
Hari Quds di AS Sepakat Boikot Produk Israel
Para demonstran Amerika menandai Hari Quds Internasional telah mengumumkan bahwa mereka memboikot produk Israel sebagai indikasi dukungan mereka terhadap bangsa Palestina.

Demonstran warga Amerika menggelar aksi massa di ibukota Washington AS pada hari Jumat kemarin (3/9) bersama dengan umat Muslim lain di seluruh dunia untuk memperingati Hari Quds Internasional, IRIB melaporkan.
Pada akhir aksi unjuk rasa, pernyataan yang dikeluarkan oleh para peserta demo mengatakan bahwa mereka tidak lagi menggunakan barang-barang dari Israel dan memboikot perusahaan besar Amerika Serikat yang mendukung Israel untuk menunjukkan persatuan mereka dengan bangsa Palestina.
Demonstran mendukung hak bangsa Palestina untuk membela diri dan memilih dan membentuk pemerintahan mereka sendiri.
Dalam pernyataannya, mereka juga menyerukan referendum yang akan dilaksanakan, di mana semua orang Palestina - Muslim, Kristen dan Yahudi - dapat menentukan masa depan mereka.
Mereka berkata bahwa semua orang Palestina dari semua agama harus menikmati persamaan hak.
Hari Quds Internasional pertama kali diselenggarakan oleh Pendiri Republik syi'ah Iran, Ayatollah Khomeini.
Hari Quds internasional diselenggarakan pada hari Jumat terakhir bulan puasa Ramadhan, di mana umat Islam di seluruh dunia terus melakukan aksi untuk mendukung saudara seiman mereka rakyat Palestina.(fq/prtv)
(eramuslim.com)











